Jean-Marc Roda () (Bois tropicaux - Production et valorisation des bois tropicaux - CIRAD : UPR40) Philippe Cadène (SDEDT - Sociétés en developpement dans l'espace et dans le temps - CNRS : UMR7135 - Université Denis Diderot - Paris VII) Philippe Guizol () (Bois tropicaux - Production et valorisation des bois tropicaux - CIRAD : UPR40) Levania Santoso (CIFOR - Center for International Forestry Research - CIFOR) Achmad Uzair Fauzan (CIFOR - Center for International Forestry Research - CIFOR)
Additional information is available for the following
registered author(s):
Dokumen ini merupakan kajian terhadap sentra industri di Kabupaten Jepara, Indonesia, yang mengkhususkan diri pada produksi mebel untuk dipasarkan dalam negeri maupun luar negeri. Kami mengambil kesimpulan dari ciri-ciri utama dan dinamika yang terjadi pada berbagai perusahaan di Jepara dengan menggunakan analisis kuantitatif terhadap alur yang terjadi antara perusahaanperusahaan tersebut dan dengan pasar di tempat lain. Suatu metode analisis spasial telah dirancang khusus, dan digabungkan dengan metode lain yang sudah ada untuk menganalisa jaringan produksi hutan serta jaringan sosial. Metode tersebut memungkinkan adanya pertimbangan serta evaluasi yang lebih tepat dan akurat terhadap jumlah bengkel-bengkel kecil (lebih dikenal dengan sebutan “brak” atau workshop) yang tidak dapat dievaluasi dengan menggunakan metode-metode klasik. Tulisan ini menunjukkan bahwa statistik resmi dan berbagai tulisan yang sudah ada tentang Jepara selama ini ternyata memberikan taksiran yang terlalu rendah terhadap jangkauan industri kayu dan kegiatan di Jepara. Hasilnya disajikan melalui peta sintesis. Sebanyak 15.271 unit produksi telah diidentifikasi di Jepara, yang memperkerjakan sekitar 170.000 orang. Kegiatan tersebut menghasilkan pendapatan yang cukup besar, yaitu nilai tambah antara Rp 11.900 - 12.300 miliar/ tahun (sekitar Euro 1 miliar/tahun), atau Rp 70 - 78 juta/pekerja/tahun. Konsumsi kayu bulat di Kabupaten Jepara adalah sebesar 1,5 hingga 2,2 juta m³/tahun, dengan kata lain, 9 m³ kayu bulat dapat menyokong pekerjaan 1 pekerja tetap selama satu tahun. Penataan produksi di daerah ini sama seperti di sentra industri lainnya, di mana hubungan dan sistem sub kontrak antara sesama unit produksi serta tingkat spesialisasi tergolong tinggi, dan unit ukuran kecil dan sangat kecil menjadi cukup dominan dalam berbagai tahap produksi dibandingkan dengan unit terpadu yang lebih besar.
Download Info
To download:
If you experience problems downloading a file, check if you have the
proper application to
view it first. Information about this may be contained
in the File-Format links below. In case of further problems read
the IDEAS help
page. Note that these files are not on the IDEAS
site. Please be patient as the files may be large.
Publisher Info
Paper provided by HAL in its series Post-Print with number
cirad-00191168_v1.
Length: Date of creation: 01 Oct 2007 Date of revision: Publication status: Published, 'ATLAS INDUSTRI MEBEL KAYU DI JEPARA, INDONESIA', CIRAD, CIFOR, EC (Ed.), 2007, 54 Handle: RePEc:hal:journl:cirad-00191168_v1
Note: View the original document on HAL open archive server: http://hal.cirad.fr/cirad-00191168/en/ Contact details of provider: Web page: http://hal.archives-ouvertes.fr/
For technical questions regarding this item, or to correct its listing, contact: (CCSD).
Jean-Marc Roda & Philippe Cadène & Philippe Guizol & Levania Santoso & Achmad Uzair Fauzan, 2007.
"Atlas Industri Mebel Kayu Di Jepara, Indonesia,"
Selected Books,
CIRAD, Forest department, UPR40,
edition 1, volume 1, number 8, August.
[Downloadable!]